Beranda / Otomotif / Jawa Tengah Jadi Pasar Penting BYD, GIIAS Semarang Jadi Momentum Ekspansi

Jawa Tengah Jadi Pasar Penting BYD, GIIAS Semarang Jadi Momentum Ekspansi

SEMARANG – PT BYD Motor Indonesia membawa semangat elektrifikasi ke GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026. Kehadiran BYD dalam pameran otomotif yang berlangsung di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (30/9/2026), menjadi momentum untuk memperkuat penetrasi kendaraan energi baru di Jawa Tengah.

BYD memanfaatkan pameran tersebut untuk memperkenalkan teknologi dan pilihan kendaraan energi baru kepada masyarakat. Jawa Tengah dinilai memiliki potensi pasar yang besar seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perkembangan pasar di Jawa Tengah menunjukkan respons positif masyarakat terhadap kendaraan energi baru. Hingga 2026, lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah telah menggunakan kendaraan BYD untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Jawa Tengah menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Lebih dari 3.000 keluarga telah memilih kendaraan BYD untuk mendukung mobilitas mereka,” ujar Luther di sela GIIAS Semarang 2026.

Menurut Luther, angka tersebut menunjukkan kendaraan energi baru semakin mendapat tempat di tengah masyarakat. Perubahan pilihan kendaraan juga menjadi bagian dari pergeseran pola mobilitas menuju penggunaan teknologi yang lebih efisien.

Baca Juga :  GIIAS Semarang 2025: BYD Perkenalkan ATTO 1, Mobil Listrik Praktis dan Modern

Secara nasional, BYD mencatat penjualan lebih dari 40.600 unit kendaraan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Perusahaan menyebut capaian tersebut membuat BYD menguasai lebih dari 37 persen pasar kendaraan listrik nasional.

Di Jawa Tengah, ruang pertumbuhan kendaraan energi baru masih terbuka lebar. Luther menyebut sekitar 65 persen pasar kendaraan di wilayah tersebut masih menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil. Kondisi itu menjadi peluang bagi kendaraan energi baru untuk terus berkembang.

“Potensi peralihannya masih sangat besar. Karena itu, kami tidak melihat elektrifikasi hanya dari satu pendekatan, tetapi berusaha menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” kata Luther.

Selain kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), BYD juga mengembangkan teknologi Dual Mode (DM). Teknologi ini menggabungkan sistem penggerak listrik dengan mesin berbahan bakar, sehingga memberikan alternatif bagi konsumen dengan kebutuhan perjalanan yang beragam.

Kehadiran teknologi tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi BYD dalam memperluas pilihan kendaraan energi baru. Perusahaan melihat karakteristik konsumen dan kebutuhan mobilitas yang berbeda membutuhkan solusi yang tidak seragam.

Baca Juga :  BAIC Indonesia Buka Dealer di Semarang, Siap Ramaikan Dunia Otomotif di Jawa Tengah

“Transisi energi membutuhkan pilihan yang beragam. Kami ingin konsumen bisa mendapatkan teknologi yang sesuai dengan pola penggunaan kendaraan mereka, tanpa mengurangi manfaat dari elektrifikasi,” ujar Luther.

Pertumbuhan pengguna kendaraan BYD di Jawa Tengah juga diikuti dengan penguatan jaringan layanan. Saat ini BYD memiliki tujuh lokasi yang beroperasi di Jawa Tengah dan menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 16 lokasi untuk memperluas akses penjualan serta layanan purnajual.

Luther mengatakan pengembangan jaringan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Menurutnya, ekosistem kendaraan energi baru tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga kemudahan konsumen memperoleh layanan setelah membeli kendaraan.

“Ketika masyarakat memilih kendaraan energi baru, mereka juga membutuhkan kepastian layanan. Karena itu, kami terus memperluas jaringan agar konsumen mendapatkan pengalaman yang lengkap, mulai dari pembelian hingga layanan purnajual,” katanya.

GIIAS Semarang 2026 berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026. Bagi BYD, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen Jawa Tengah sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam perkembangan pasar kendaraan energi baru di wilayah tersebut.