Semarang – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang memaparkan pencapaian kinerja sepanjang tahun 2024.
Kepala Rudenim Semarang, Agus Triharto Hari Sadino membeberkan catatan hasil kinerja selama tahun 2024 diantaranya pelaksananaan pendeportasian atau pemulangan, dan pendetensian orang asing di Indonesia.
“Sepanjang tahun 2024 pendetensian total sejumlah 32 orang dan pendeportasian sebanyak 18 orang,” kata Agus.
Agus mengatakan, hingga saat ini masih ada 20 orang deteni atau orang asing dalam proses pendeportasian atau pemulangan yang berada di Rudenim Semarang dari berbagai negara.
Selain itu, ia menambahkan Rudenim Semarang juga melakukan berbagai upaya optimal untuk menghadirkan layanan yang humanis, profesional, dan akuntabel.
Inovasi yang dilakukan diantaranya survey IKM Bahasa asing dan huruf Braille, Idaman Tenar, Layangan Den Bagus, Si Jempol Rudi Marang dan lainnya.
“Rudenim Semarang juga melakukan pembangunan Zona integritas menuju WBBM (Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani), penguatan kerja sama dengan mitra strategis hingga penguatan SDM,” jelasnya.
Atas berbagai hal yang dilakukan, Rudenim Semarang mendapatkan berbagai penghargaan mulai pelaksananaan P2HAM (Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia) terbaik, penegakan hukum keimigrasian terbanyak peringkat kedua dari Kemenkumham.
Kemudian penghargaan pelaksananaan P2HAM terbaik dari Kementerian HAM, penghargaan pegawai pengelola dan pelapor laporkan harian intelijen (LHI) terbaik ketiga kategori Rumah Detensi Imigrasi, dan penghargaan pengelolaan media sosial terbaik ketiga kategori influencer sub kategori kantor Imigrasi kelas III dan Rudenim dari Direktorat Jenderal Imigrasi.
“Ke depan kami punya target meningkatkan kapasitas infrastruktur, digitalisasi pelayanan, perluasan jaringan kerja, dan meningkatkan kepercayaan publik,” pungkasnya.***






