Beranda / Peristiwa / Sambut HAB Ke-79, Kemenag DIY Gelar Sepekan Nikah Bareng

Sambut HAB Ke-79, Kemenag DIY Gelar Sepekan Nikah Bareng

Bantul – Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY) mengawali tahun 2025 ini dengan menggelar program Sepekan Nikah Bareng di KUA Sewon Bantul, Yogyakarta. Kakanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kemenag yang bertepatan awal tahun. “Kemenag lahir pada 3 Januari 1946 dan pertama kali berkantor di DIY,” jelas Bahiej di KUA Sewon, Kamis (2/1/2025).

Acara ini, lanjut Bahiej, diinisiasi oleh Forum Ta’aruf Islami (Fortais) didukung oleh Kemenag DIY, Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY, Paguyuban Sekar Ruas Kanthil Jawa, Paguyuban Pranotocoro Yogyakarta, dan beberapa pihak lainnya.

Baca Juga :  Badan Gizi Nasional Jamin Kecukupan Gizi Anak Melalui Program MBG

Pada hari perdana pelaksanaan nikah bareng ini, dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) RI Wihaji dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Ahmad Bahiej. Keduanya juga didaulat untuk menjadi saksi pernikahan.

Adalah pasangan Adit Dwi Setyawan (Gunungkidul) dan Nurhayati (Kulon Progo) yang menjadi pengantin pertama yang disaksikan oleh Mendukbangga Wihaji dan Kakanwil Kemenag Ahmad Bahiej.

“Saya sangat senang, haru dan bangga melihat 12 calon pengantin yang akan melangsungkan akad nikah hari ini,” ungkap Wihaji.Kepada para calon pengantin, ia mengingatkan, nikah itu gampang tetapi yang butuh perjuangan adalah pascanikah.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Tinjau Perbaikan Jalan Todanan–Ngawen dengan Anggaran Rp15,3 Miliar

“Perlu tanggung jawab penting pascanikah, dan memperhatikan proses jenjang berikutnya. Ada asupan gizi yang cukup terlebih pada 1.000 hari pertama kelahiran bayi, sebab ada potensi stunting di situ,” jelas pria yang pernah menjabat Bupati Batang (Jawa Tengah) ini.

Sementara Kakanwil Ahmad Bahiej menandaskan pernikahan massal ini sengaja dilaksanakan secara serentak. “Pernikahan ini dapat disebut memiliki semangat hubbul wathon minal iman, dalam konteks membangun semangat kolaborasi membangun bangsa ini,” ujarnya.