Beranda / Daerah / Muswil VII DPW LDII Jateng Berjalan Sukses, Bahas Moderasi Beragama untuk Ciptakan Jawa Tengah Aman, Damai, dan Harmonis

Muswil VII DPW LDII Jateng Berjalan Sukses, Bahas Moderasi Beragama untuk Ciptakan Jawa Tengah Aman, Damai, dan Harmonis

SEMARANG – DPW LDII Jateng menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VII yang digelar di Hotel Patrajasa Semarang belum lama ini.

Ketua DPW LDII Jateng, Prof. Singgih Tri Sulistiyono menekankan bahwa LDII harus berada di garda terdepan dalam memoderasi beragama untuk menghindari konflik sosial yang berpotensi muncul.

“Era disrupsi menuntut kita untuk mengedepankan toleransi, hidup berdampingan, dan berdialog secara konstruktif. Dengan cara ini, kita mendukung program pemerintah dalam menjaga semangat keberagaman dan harmoni dalam masyarakat multikultural,” ujarnya.

Sebagai organisasi dakwah, lanjutnya, LDII berkomitmen menjadi penggerak moderasi beragama dan fokus pada generasi muda yang toleran serta mampu menghadapi dinamika masyarakat multikultural.
“Moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan masyarakat Jawa Tengah yang aman, damai, dan harmonis,” ujar Prof. Singgih.

Baca Juga :  Sambutan Luar Biasa, Program Mudik Gratis Jateng 2026 Sudah Diburu Warga

Melalui program-program yang dirancang dalam Muswil ini, LDII juga berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghindarkan masyarakat dari konflik sosial akibat polarisasi yang tidak terkelola dengan baik.

Pihaknya menambahkan, Muswil VII LDII Jawa Tengah ini menjadi bukti komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang harmonis di tengah tantangan global.

Baca Juga :  100 Hari Kerja Luthfi-Yasin, 38 Program Terlaksana

“Mari kita jadikan LDII sebagai pelopor moderasi beragama demi mewujudkan Jawa Tengah yang aman, damai, dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, KH Criswanto Santoso, menegaskan bahwa acara Muswil kali ini bukan sekadar agenda konsolidasi biasa, melainkan momentum luar biasa untuk memperkuat komitmen kebangsaan.

Ia juga menekankan pentingnya pengurus LDII yang baru terpilih untuk berpegang teguh pada prinsip-prinsip persatuan, sebagaimana termaktub dalam sila ketiga Pancasila, “Persatuan Indonesia.” Menurutnya, masalah kebangsaan semakin kompleks, namun persatuan adalah kunci untuk menyelesaikannya.**