Beranda / Daerah / Tingkatkan Kualitas Layanan PAUD di Jateng, Nawal Yasin Dorong Swadaya Masyarakat

Tingkatkan Kualitas Layanan PAUD di Jateng, Nawal Yasin Dorong Swadaya Masyarakat

SEMARANG – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus mendorong upaya peningkatan kualitas layanan PAUD. Salah satunya, melibatkan partisipasi masyarakat hingga tingkat desa atau berbasis swadaya.

Nawal mengatakan, 60 persen PAUD di Jawa Tengah merupakan milik swasta, sementara 40 persen dikelola pemerintah. Sehingga, kerja-kerja swadaya dari masyarakat sangat dibutuhkan, untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak usia dini.

“Yang terpenting adalah niat dan orientasi kita ditata dulu, kita hadir untuk memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anak di usia 0-6 tahun di Jawa Tengah,” katanya, saat rapat bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Jateng di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kamis (14/8/2025) sore.

Nawal meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah untuk memberikan perhatian lebih kepada layanan PAUD. Meskipun secara kewenangan, Pemprov hanya menaungi jenjang pendidikan SMA, SMK, dan SLB negeri.

Baca Juga :  Luncurkan Pilot Project Posyandu 6 SPM, Nawal Yasin: Jadi Rujukan Pembelajaran

Dibeberkan, Bunda PAUD Jateng memiliki program PAUD Emas, yang menekankan pembinaan dan pendampingan pada anak-anak usia 0-6 tahun, terutama periode emas (golden age).

Dalam menjalankan hal ini, pihaknya mendorong keterlibatan aktif dari masyarakat. Seperti yang sudah dilakukan, yakni melibatkan kader Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dan kader Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

“PAUD Emas adalah PAUD berbasis swadaya masyarakat, ini sudah ada yang dilakukan di Posyandu-Posyandu di Jawa Tengah. Mereka juga menggelar Pos PAUD-nya,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Pihaknya berharap, model swadaya semacam itu bisa menjadi gerakan masif, yang dilakukan di lembaga PAUD yang di setiap desa di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Kisah PDKB PLN UPT Salatiga, Jaga Pasokan Kelistrikan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

“Pos PAUD ini kemudian ini diharapkan menjadi suatu gerakan, satu desa di Jawa Tengah ini memiliki satu Pos PAUD. Inilah yang akan menjadi satu keunggulan,” ucap dia.

Menurut Nawal, di Jawa Tengah banyak PAUD yang dikelola secara swadaya. Hanya bermodalkan ruangan sederhana dan pendidik, anak-anak belajar tanpa meja dan kursi.

Terkait hal ini, pihaknya akan bersinergi dengan Bunda Literasi Kabupaten/ Kota, untuk melakukan asesmen atau pendataan untuk nanti diupayakan adanya peningkatan sarana dan prasrana serta kualitas layanan.

“Maka kemudian yang terus kita lakukan adalah bersinergi dengan kabupaten/kota, untuk bisa lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan kualitas-kualitas yang sudah ada,” pungkas Nawal