Acara ini, lanjut Bahiej, diinisiasi oleh Forum Ta’aruf Islami (Fortais) didukung oleh Kemenag DIY, Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY, Paguyuban Sekar Ruas Kanthil Jawa, Paguyuban Pranotocoro Yogyakarta, dan beberapa pihak lainnya.
Pada hari perdana pelaksanaan nikah bareng ini, dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) RI Wihaji dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Ahmad Bahiej. Keduanya juga didaulat untuk menjadi saksi pernikahan.
Adalah pasangan Adit Dwi Setyawan (Gunungkidul) dan Nurhayati (Kulon Progo) yang menjadi pengantin pertama yang disaksikan oleh Mendukbangga Wihaji dan Kakanwil Kemenag Ahmad Bahiej.
“Saya sangat senang, haru dan bangga melihat 12 calon pengantin yang akan melangsungkan akad nikah hari ini,” ungkap Wihaji.Kepada para calon pengantin, ia mengingatkan, nikah itu gampang tetapi yang butuh perjuangan adalah pascanikah.
“Perlu tanggung jawab penting pascanikah, dan memperhatikan proses jenjang berikutnya. Ada asupan gizi yang cukup terlebih pada 1.000 hari pertama kelahiran bayi, sebab ada potensi stunting di situ,” jelas pria yang pernah menjabat Bupati Batang (Jawa Tengah) ini.
Sementara Kakanwil Ahmad Bahiej menandaskan pernikahan massal ini sengaja dilaksanakan secara serentak. “Pernikahan ini dapat disebut memiliki semangat hubbul wathon minal iman, dalam konteks membangun semangat kolaborasi membangun bangsa ini,” ujarnya.






